Kursus Dasar NCLEX-RN
Kursus terstruktur untuk NCLEX-RN yang mencakup lingkungan asuhan aman dan efektif, promosi kesehatan, integritas psikososial dan fisiologis, farmakologi, dasar keperawatan, perawatan ibu dan bayi baru lahir, serta keperawatan anak dengan soal latihan terkait.
Yang akan Anda pelajari
- Memahami struktur ujian NCLEX-RN, kategori kebutuhan klien, dan strategi ujian
- Menerapkan prinsip keselamatan, pencegahan infeksi, delegasi, dan proses keperawatan
- Menjelaskan promosi kesehatan, perawatan psikososial, dan komunikasi terapeutik
- Mengintegrasikan konsep integritas fisiologis dan farmakologi dalam skenario klinis
- Mempersiapkan soal maternitas, pediatri, dan tinjauan akhir dengan latihan terkait
Sebelum mulai
- Pengetahuan dasar keperawatan atau kesehatan membantu
- Tidak perlu terdaftar NCLEX atau memiliki pengalaman ujian
- Kemampuan membaca bahasa Inggris untuk latihan soal
Pelajaran 1 Gambaran Umum Ujian NCLEX-RN dan Perawatan yang Aman dan Efektif
NCLEX-RN adalah tes adaptif berbasis komputer (CAT) yang memilih setiap soal berdasarkan jawaban sebelumnya; tingkat kesulitan naik jika Anda menjawab benar dan turun jika menjawab salah. Kandidat menerima minimal 75 soal dan maksimal 145 soal, termasuk 15 soal uji coba yang tidak dinilai, dengan waktu maksimal lima jam untuk menyelesaikan ujian. Ujian berakhir ketika komputer 95% yakin terhadap estimasi kemampuan Anda, ketika jumlah soal maksimal tercapai, atau ketika waktu habis.
Setiap soal dikelompokkan ke dalam salah satu dari empat kategori kebutuhan klien: Lingkungan Perawatan yang Aman dan Efektif, Promosi dan Pemeliharaan Kesehatan, Integritas Psikososial, dan Integritas Fisiologis. Perawatan aman dan efektif mencakup manajemen perawatan seperti advokasi, delegasi, dan persetujuan tindakan, plus keselamatan serta pengendalian infeksi. Integritas fisiologis adalah area terbesar yang mencakup perawatan dasar dan kenyamanan, terapi farmakologis dan parenteral, pengurangan potensi risiko, serta adaptasi fisiologis.
Proses keperawatan menyediakan kerangka sistematis untuk keputusan klinis: pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi (ADPIE). Pengkajian adalah langkah pertama dan paling penting; kumpulkan laporan subjektif dan temuan objektif, termasuk tanda vital dan nilai laboratorium, sebelum menafsirkannya. Setelah merumuskan diagnosis keperawatan dan hasil yang terukur, lakukan intervensi lalu evaluasi apakah respons klien sesuai dengan hasil yang diharapkan. Siklus ini diulang setiap kali kondisi klien berubah.
Soal prioritas menghargai metode yang konsisten. Terapkan dulu kerangka ABC (jalan napas, pernapasan, sirkulasi), kemudian hierarki Maslow yang menempatkan kebutuhan fisiologis di atas keselamatan, cinta dan rasa memiliki, harga diri, serta aktualisasi diri. Masalah akut umumnya lebih diutamakan daripada masalah kronis, dan temuan tidak stabil seperti saturasi oksigen yang menurun atau aritmia baru lebih diprioritaskan daripada keluhan stabil. Saat menangani beberapa klien, periksa lebih dulu klien dengan risiko paling mendesak yang mengancam nyawa.
Keselamatan adalah fondasi asuhan keperawatan. Gunakan dua identitas klien yang disetujui, seperti nama dan tanggal lahir, sebelum memberikan obat, darah, atau tindakan; nomor kamar tidak pernah menjadi identitas yang sah. Lakukan kebersihan tangan sebelum dan sesudah setiap kontak dengan klien, serta terapkan kewaspadaan standar untuk semua klien. Kewaspadaan kontak memerlukan sarung tangan dan gaun, kewaspadaan droplet memerlukan masker bedah, dan kewaspadaan airborne memerlukan respirator N95 atau PAPR di ruang tekanan negatif untuk kondisi seperti tuberkulosis, campak, atau varisela.
Delegasi meningkatkan efisiensi tetapi tidak pernah memindahkan tanggung jawab. Perawat terdaftar (RN) harus melakukan pengkajian, penilaian keperawatan, dan evaluasi, serta memverifikasi lima hak delegasi: tugas yang tepat, keadaan yang tepat, orang yang tepat, arahan dan komunikasi yang tepat, serta supervisi dan evaluasi yang tepat. Perawat praktik berlisensi (LPN/LVN) dapat melaksanakan tugas yang stabil dan dapat diprediksi seperti pemberian obat, perawatan luka sederhana, dan penguatan pendidikan kesehatan. Tenaga bantu tanpa lisensi (UAP) dapat melakukan perawatan rutin noninvasif seperti memandikan, membantu ambulasi, mengukur tanda vital, dan memberi makan klien yang stabil.
- Hafalkan rentang soal NCLEX-RN 75-145 dan batas waktu lima jam.
- Hubungkan setiap soal dengan kategori kebutuhan klien sebelum memilih jawaban.
- Gunakan ADPIE secara berurutan dan kaji ulang setiap kali data berubah.
- Prioritaskan jalan napas, pernapasan, sirkulasi, lalu hierarki Maslow.
- Identifikasi klien dengan dua identitas yang disetujui sebelum intervensi apa pun.
- Delegasikan tugas rutin kepada UAP, tetapi pertahankan pengkajian, perencanaan, dan evaluasi pada RN.
Tips latihan Gambaran Umum Ujian NCLEX-RN dan Perawatan yang Aman dan Efektif: Ulangi pelajaran ini dalam sesi singkat setiap hari. Setelah setiap latihan, sebutkan aturan atau langkah yang kamu gunakan; jika tidak bisa, pelajari topik itu sebelum lanjut. Konsistensi mengingat lebih baik daripada sesi panjang.
Contoh
Skenario: Seorang perawat di unit medikal-bedah menerima laporan pergantian shift. Klien A adalah pasien pascaoperasi yang stabil dan menunggu edukasi pemulangan. Klien B menderita diabetes tipe 2 dengan glukosa darah 72 mg/dL tanpa gejala. Klien C menderita asma, mengi baru, dan saturasi oksigen 88% di udara ruangan. Klien D nyaman dan tidur setelah mendapat obat nyeri. Klien mana yang harus dikaji perawat terlebih dahulu?
Tindakan yang benar: Perawat harus mengkaji Klien C terlebih dahulu karena mengalami mengi baru dengan saturasi oksigen 88%, yang menandakan gangguan oksigenasi dan risiko gagal napas.
Alasan: Kerangka ABC menempatkan jalan napas dan pernapasan sebagai prioritas tertinggi. Klien C tidak stabil dan dapat memburuk dengan cepat, sedangkan klien lain stabil atau memiliki temuan yang dapat diperiksa ulang dalam beberapa menit.
Baca ulang pertanyaan sebelum selesai dan pastikan makna jawabanmu benar.
Pelajaran 2 Promosi Kesehatan dan Integritas Psikososial
Promosi kesehatan dimulai dengan pencegahan sepanjang rentang kehidupan. Ikuti jadwal imunisasi yang direkomendasikan, yang mencakup hepatitis B, rotavirus, DTaP, Hib, pneumokokus, dan influenza pada masa anak, plus penguat seperti Tdap, meningokokus, dan HPV untuk remaja. Orang dewasa memerlukan vaksin influenza tahunan, penguat tetanus berkala, vaksin pneumokokus dan herpes zoster bila diindikasikan, serta vaksin COVID-19 sesuai rekomendasi terkini. Skrining mencakup pemeriksaan tekanan darah, profil lipid, glukosa darah, mamografi, sitologi serviks, skrining kanker kolorektal, pemeriksaan kepadatan tulang, serta pemeriksaan penglihatan atau pendengaran pada interval yang disarankan.
Soal pertumbuhan dan perkembangan menguji capaian serta tugas psikososial setiap tahap. Menurut Erikson, masa bayi mengembangkan kepercayaan versus kecurigaan, balita belajar otonomi versus rasa malu dan ragu, anak prasekolah mengembangkan inisiatif versus rasa bersalah, anak usia sekolah membangun ketekunan versus inferioritas, dan remaja mencari identitas versus kebingungan peran. Piaget menggambarkan pemikiran sensorimotor, praoperasional, operasional konkret, dan operasional formal, sedangkan capaian motorik kasar berkembang dari berguling ke duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan. Bandingkan perilaku klien dengan harapan seusianya dan susun pendidikan sesuai tingkat perkembangan.
Komunikasi terapeutik adalah keterampilan psikososial inti. Gunakan pertanyaan terbuka, mendengarkan aktif, diam, refleksi, mengulang kembali, dan klarifikasi agar klien merasa didengar dan aman. Hindari meyakinkan secara palsu, pertanyaan tertutup yang hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak, menanyakan mengapa, mengganti topik, memberi pendapat pribadi, atau menawarkan nasihat tanpa dasar. Duduk sejajar dengan klien, jaga kontak mata bila sesuai budaya, dan biarkan klien menentukan ritme percakapan.
Kecemasan berkisar dari ringan hingga panik, dan intervensi berubah sesuai tingkatnya. Untuk klien dengan kecemasan berat atau panik, kurangi rangsangan, tetap tenang, gunakan kalimat pendek dan sederhana, serta tetap bersama klien. Depresi ditandai suasana hati tertekan, anhedonia, perubahan tidur atau nafsu makan, sulit berkonsentrasi, energi rendah, dan perasaan tidak berharga. Skrining ide bunuh diri pada setiap klien depresi dengan pertanyaan langsung, dan dokumentasikan rencana, cara, serta niat. Ajarkan bahwa antidepresan mungkin membutuhkan 2 hingga 4 minggu untuk bekerja dan tidak boleh dihentikan mendadak; pantau ketat perburukan suasana hati, terutama pada dewasa muda.
Intervensi krisis bersifat terbatas waktu dan berorientasi tindakan: pastikan keselamatan, identifikasi peristiwa pemicu, mobilisasi dukungan, dan bantu klien menggunakan koping yang efektif. Duka dapat menyertai kehilangan karena kematian, perceraian, disabilitas, atau kehilangan pekerjaan, dan klien dapat melalui penolakan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan dalam urutannya sendiri. Hormati keyakinan budaya, agama, dan spiritual tentang penyakit, pengobatan, pola makan, serta perawatan akhir hayat, dan gunakan penerjemah medis terlatih daripada anggota keluarga bila ada hambatan bahasa. Terakhir, kaji kesiapan belajar; nyeri, kecemasan, literasi rendah, atau perbedaan bahasa dapat menghambat pembelajaran, jadi gunakan teach-back, sesi singkat, dan materi cetak, lalu verifikasi pemahaman.
- Ketahui jadwal imunisasi dan skrining untuk setiap kelompok usia.
- Hubungkan tugas Erikson dan tahap Piaget dengan capaian perkembangan.
- Gunakan pertanyaan terbuka, refleksi, dan diam dalam komunikasi terapeutik.
- Sesuaikan intervensi kecemasan dengan tingkat kecemasan.
- Kaji risiko bunuh diri secara langsung pada setiap klien depresi atau berduka.
- Hormati budaya dan gunakan penerjemah profesional untuk edukasi medis.
- Evaluasi pembelajaran dengan teach-back, bukan sekadar bertanya apakah klien paham.
Tips latihan Promosi Kesehatan dan Integritas Psikososial: Ulangi pelajaran ini dalam sesi singkat setiap hari. Setelah setiap latihan, sebutkan aturan atau langkah yang kamu gunakan; jika tidak bisa, pelajari topik itu sebelum lanjut. Konsistensi mengingat lebih baik daripada sesi panjang.
Contoh
Skenario: Seorang klien yang pasangannya meninggal dua minggu lalu berkata, "Saya terus menangis, tidak bisa makan, dan kadang saya hanya ingin tidur dan tidak pernah bangun." Klien menyangkal memiliki rencana khusus. Apa tindakan terbaik perawat?
Tindakan yang benar: Perawat harus mengkaji risiko bunuh diri secara langsung dengan menanyakan apakah klien memiliki pikiran menyakiti diri, kemudian menilai niat, rencana, cara, dan waktu, menjaga keamanan klien, memberi tahu penyedia layanan, dan melibatkan dukungan kesehatan jiwa.
Alasan: Ungkapan seperti "tidak pernah bangun" dapat menandakan ide bunuh diri pasif dan memerlukan evaluasi segera meskipun tidak ada rencana yang disebutkan. Pertanyaan langsung yang tidak menghakimi tidak menanamkan ide, melainkan memberikan data yang diperlukan untuk perencanaan keselamatan dan pengobatan lanjutan.
Baca ulang pertanyaan sebelum selesai dan pastikan makna jawabanmu benar.
Pelajaran 3 Integritas Fisiologis: Sistem Tubuh dan Perawatan Perioperatif
Tanda vital yang akurat dimulai dengan teknik yang benar dan rentang rujukan yang diketahui. Suhu normal dewasa sekitar 36,0 hingga 37,5 C (97 hingga 99,5 F), nadi 60 hingga 100 kali per menit, napas 12 hingga 20 kali per menit, tekanan darah di bawah 120/80 mm Hg, dan saturasi oksigen 95% hingga 100% di udara ruangan. Ukur suhu melalui rute yang dipesan atau yang paling tidak invasif, hitung napas selama satu menit penuh bila polanya tidak teratur, dan gunakan ukuran manset yang tepat karena manset yang salah mengubah hasil tekanan darah.
Keseimbangan cairan dan elektrolit bergantung pada asupan, keluaran, fungsi ginjal, dan regulasi hormonal. Ketahui nilai normal: natrium 135 hingga 145 mEq/L, kalium 3,5 hingga 5,0 mEq/L, kalsium 8,5 hingga 10,5 mg/dL, dan magnesium 1,3 hingga 2,1 mEq/L. Hipokalemia dapat menyebabkan kelemahan dan gelombang U, sedangkan hiperkalemia dapat menimbulkan gelombang T tinggi dan henti jantung; hentikan kalium dan beri tahu penyedia layanan bila kadarnya tinggi. Pantau berat badan harian, catat asupan dan keluaran secara ketat, turgor kulit, edema, dan produksi urine, serta identifikasi klien berisiko kelebihan cairan seperti gagal jantung atau penyakit ginjal.
Pengkajian kardiovaskular mencakup deskripsi nyeri dada menggunakan PQRST (provokasi, kualitas, daerah, keparahan, waktu), nadi, bunyi jantung, edema, dan distensi vena jugularis. Nyeri dada dengan diaforesis, mual, atau sesak napas menunjukkan sindrom koroner akut dan memerlukan pengkajian segera, EKG 12 sadapan, troponin, serta oksigen bila saturasi rendah. Pengkajian pernapasan mencakup frekuensi, irama, kedalaman, kerja napas, bunyi napas, dan penggunaan otot bantu napas; ronki dapat menunjukkan edema paru, sedangkan bunyi napas hilang dapat menunjukkan pneumotoraks atau sumbatan lendir. Ajarkan klien asma atau PPOK menggunakan inhaler yang diresepkan dengan benar dan melaporkan gejala yang memburuk lebih awal.
Pengkajian ginjal berfokus pada produksi urine, warna, kejernihan, dan nilai laboratorium. Produksi urine di bawah 30 mL/jam, kreatinin meningkat, atau edema baru menandakan gangguan fungsi ginjal dan memerlukan pemberitahuan kepada penyedia layanan. Cegah infeksi terkait kateter dengan menggunakan kateter terkecil yang sesuai, menjaga kantong drainase di bawah kandung kemih, dan mempertahankan sistem tertutup. Perawatan gastrointestinal mencakup auskultasi bising usus di keempat kuadran, pengkajian distensi abdomen, mual, muntah, dan pola eliminasi, plus perawatan stoma, manajemen selang nasogastrik, dan nutrisi yang disesuaikan dengan kondisi klien.
Pengkajian neurologis mengevaluasi tingkat kesadaran, pupil, fungsi motorik dan sensorik, bicara, serta Skala Koma Glasgow. Gunakan akronim FAST (wajah, lengan, bicara, waktu) untuk mengenali stroke, pertahankan klien NPO sampai menelan dievaluasi, dan terapkan kewaspadaan kejang. Perawatan muskuloskeletal mencakup pencegahan jatuh dan cedera tekan, pemeriksaan neurovaskular enam P (nyeri, pucat, tidak ada denyut, parestesia, paralisis, poikilotermia) setelah gips atau pembedahan, serta intervensi pencegahan tromboemboli vena seperti mobilisasi dini, alat kompresi berurutan, dan terapi antikoagulan.
Pengkajian luka mencakup lokasi, ukuran, warna, drainase, bau, dan jaringan sekitar; dokumentasikan jaringan dasar luka seperti granulasi, slough, atau eskar, dan laporkan kemerahan, hangat, bengkak, atau drainase purulen sebagai tanda infeksi. Gunakan teknik steril untuk luka terbuka, irigasi dengan lembut, dan pilih balutan yang menjaga dasar luka tetap lembap sambil melindungi kulit sekitarnya. Perawatan perioperatif dimulai sebelum operasi dengan status NPO, persetujuan tindakan, riwayat alergi, dan pengkajian awal, lalu berlanjut setelah operasi dengan pemantauan jalan napas, kontrol nyeri, mobilisasi dini, spirometri insentif, pemeriksaan luka insisi, serta pencegahan perdarahan, infeksi, DVT, dan retensi urine.
- Verifikasi rentang normal tanda vital, natrium, kalium, kalsium, dan magnesium.
- Gunakan ABC dan enam P untuk memandu pengkajian serta pelaporan.
- Kenali tanda bahaya jantung dan pernapasan: nyeri dada, SpO2 rendah, bunyi napas hilang.
- Beri tahu penyedia layanan bila produksi urine di bawah 30 mL/jam atau kreatinin meningkat.
- Kaji luka dari warna, drainase, bau, dan infeksi sebelum mengganti balutan.
- Perkuat prioritas pascaoperasi: jalan napas, nyeri, mobilitas, dan pencegahan komplikasi.
Tips latihan Integritas Fisiologis: Sistem Tubuh dan Perawatan Perioperatif: Ulangi pelajaran ini dalam sesi singkat setiap hari. Setelah setiap latihan, sebutkan aturan atau langkah yang kamu gunakan; jika tidak bisa, pelajari topik itu sebelum lanjut. Konsistensi mengingat lebih baik daripada sesi panjang.
Contoh
Skenario: Pada hari kedua pascaoperasi, klien yang menjalani operasi abdomen memanggil perawat dan melaporkan sesak napas mendadak serta nyeri dada. Klien tampak cemas, denyut jantung 122, napas 28, tekanan darah 108/66, dan saturasi oksigen 90% di udara ruangan. Apa tindakan prioritas perawat?
Tindakan yang benar: Perawat harus tetap bersama klien, meninggikan kepala tempat tidur, memberikan oksigen, dan segera memberi tahu penyedia layanan sambil menyiapkan pengkajian lanjutan; sesak napas mendadak, takikardia, dan hipoksemia setelah operasi menunjukkan emboli paru, suatu kegawatdaruratan yang mengancam nyawa.
Alasan: Jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi didahulukan. Perawat tidak boleh meninggalkan klien atau menunggu pengukuran tanda vital berikutnya. Oksigen dan pemberitahuan penyedia sangat mendesak karena emboli paru dapat berkembang cepat menjadi kolaps hemodinamik, dan pengobatan seperti antikoagulan atau trombolisis memerlukan pengenalan dini.
Baca ulang pertanyaan sebelum selesai dan pastikan makna jawabanmu benar.
Pelajaran 4 Farmakologi dan Dasar-Dasar Keperawatan
Administrasi obat yang aman dimulai dengan enam prinsip benar: klien yang benar, obat yang benar, dosis yang benar, rute yang benar, waktu yang benar, dan dokumentasi yang benar. Alasan yang benar, respons yang benar, dan hak klien untuk menolak juga dipertimbangkan jika sesuai. Sebelum memberikan dosis apa pun, bandingkan perintah asli dengan catatan pemberian obat dan verifikasi klien menggunakan minimal dua identitas, seperti nama lengkap dan tanggal lahir. Jangan pernah menyiapkan obat dari ingatan atau dari persediaan klien lain.
Perhitungan obat menggunakan rumus dasar D/H x Q: dosis yang diperintahkan dibagi dosis yang tersedia, lalu dikalikan jumlah atau volume. Dosis berdasarkan berat badan dihitung dalam mg/kg dan diperiksa terhadap rentang aman sebelum diberikan. Gunakan satuan metrik, hindari angka nol di belakang, dan beri angka nol di depan tanda desimal bila dosis kurang dari satu. Jika hasil terlihat tidak wajar, hitung ulang dan minta perawat kedua memverifikasi sebelum memberikan obat.
Insulin memerlukan waktu dan teknik yang cermat. Lispro dan aspart kerja cepat mulai bekerja dalam sekitar 15 menit, mencapai puncak sekitar 1 jam, dan bertahan 3 hingga 5 jam. Insulin reguler mulai bekerja dalam 30 menit, mencapai puncak dalam 2 hingga 4 jam, dan bertahan 6 hingga 8 jam. NPH mencapai puncak dalam 4 hingga 12 jam, sedangkan glargine atau detemir kerja panjang memberikan efek yang relatif stabil selama 24 jam. Gunakan jarum suntik insulin yang tepat, rotasi tempat suntikan, berikan insulin yang benar pada waktu makan yang tepat, dan jangan pernah berbagi pena atau jarum.
Keamanan opioid mencakup pemantauan sedasi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen. Nalokson membalikkan depresi pernapasan akibat opioid dalam hitungan menit, tetapi efeknya mungkin lebih pendek daripada opioid, sehingga dosis ulang dan pemantauan lanjutan penting. Antikoagulan juga memerlukan kewaspadaan: warfarin dipantau dengan INR, heparin dengan aPTT, dan enoxaparin biasanya tidak memerlukan pemeriksaan laboratorium rutin. Tunda digoksin jika nadi di bawah 60 atau ada tanda toksisitas, dan tunda metformin sebelum prosedur kontras beriodium bila fungsi ginjal terganggu.
Penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab berarti mewaspadai reaksi alergi, nefrotoksisitas, ototoksisitas, nyeri tendon, diare Clostridioides difficile, dan red man syndrome. Dasar-dasar keperawatan mendukung setiap keputusan klinis: dokumentasikan segera dan objektif, jangan pernah mengubah catatan, miringkan dan ubah posisi klien setiap dua jam, gunakan sabuk jalan dan pencegahan jatuh, lakukan perawatan perineum dari depan ke belakang, serta bantu ADL sambil mendorong kemandirian sebanyak mungkin.
Edukasi klien merupakan bagian dari keamanan obat. Gunakan bahasa sederhana, metode teach-back, penerjemah yang berkualifikasi untuk hambatan bahasa, materi tertulis sesuai tingkat membaca klien, dan libatkan keluarga bila klien setuju. Pastikan pemahaman, respons yang diharapkan, dan tindakan yang harus diambil jika gejala atau efek samping muncul.
- Verifikasi enam prinsip benar dan dua identitas klien sebelum setiap dosis.
- Hitung ulang dosis yang tidak biasa dan konfirmasi perhitungan berbasis berat badan dalam mg/kg.
- Sesuaikan onset, puncak, dan durasi insulin dengan waktu makan dan pemeriksaan glukosa.
- Pantau efek samping spesifik obat berisiko tinggi seperti opioid, antikoagulan, digoksin, metformin, dan antibiotik.
- Dokumentasikan, berikan edukasi, dan nilai ulang menggunakan teach-back.
Tips latihan Farmakologi dan Dasar-Dasar Keperawatan: Ulangi pelajaran ini dalam sesi singkat setiap hari. Setelah setiap latihan, sebutkan aturan atau langkah yang kamu gunakan; jika tidak bisa, pelajari topik itu sebelum lanjut. Konsistensi mengingat lebih baik daripada sesi panjang.
Contoh
Seorang klien yang mendapat digoksin 0,125 mg per oral sekali sehari memiliki nadi apikal 52 kali per menit, kalium 3,1 mEq/L, dan mengeluh mual. Perawat harus menunda digoksin, memberi tahu penyedia layanan, dan bersiap memeriksa kadar digoksin serta elektrokardiogram.
Tindakan yang benar adalah menunda dosis karena bradikardia, hipokalemia, mual, dan kemungkinan perubahan penglihatan adalah tanda toksisitas digoksin. Memberikan dosis dapat meningkatkan risiko disritmia serius. Perawat harus mendokumentasikan pengkajian, memantau klien, dan siap menjalankan terapi yang diperintahkan penyedia.
Baca ulang pertanyaan sebelum selesai dan pastikan makna jawabanmu benar.
Pelajaran 5 Kebidanan, Pediatri, dan Rencana Tinjauan Akhir
Perawatan prenatal dimulai dengan pengkajian awal dan berlanjut melalui kunjungan teratur yang memantau tekanan darah, berat badan, pertumbuhan uterus, posisi janin, dan hasil laboratorium. Asam folat 400 hingga 800 mcg per hari menurunkan risiko defek tabung saraf; pola makan seimbang, vitamin prenatal, olahraga aman, dan skrining rutin mendukung kehamilan sehat. Setelah sekitar 28 minggu, ajarkan klien memantau gerakan janin dan melaporkan tanda bahaya: perdarahan vagina, sakit kepala hebat, perubahan penglihatan, nyeri epigastrium atau kuadran kanan atas, penurunan gerakan janin, keluarnya cairan, kontraksi sebelum cukup bulan, atau demam.
Persalinan memiliki empat kala. Kala I mencakup fase laten, aktif, dan transisi serta berakhir dengan dilatasi serviks lengkap. Kala II berlangsung dari dilatasi lengkap hingga bayi lahir, kala III adalah keluarnya plasenta, dan kala IV adalah beberapa jam pertama pemulihan. Selama persalinan, dukung perubahan posisi, hidrasi, kenyamanan, dan nilai kontraksi serta denyut jantung janin secara berkesinambungan. Dokumentasikan perubahan serviks, status selaput ketuban, tanda vital ibu, dan respons klien.
Penilaian denyut jantung janin mencakup baseline, variabilitas, akselerasi, dan deselerasi. Baseline normal adalah 110 hingga 160 denyut per menit dengan variabilitas sedang. Deselerasi dini adalah respons jinak terhadap kompresi kepala; deselerasi lambat menunjukkan insufisiensi uteroplasenta; deselerasi variabel menunjukkan kompresi tali pusat. Untuk pola yang tidak meyakinkan, posisikan klien miring kiri, beri oksigen, tingkatkan cairan IV, hentikan oksitosin, beri tahu penyedia, dan siapkan kemungkinan seksio sesarea atau persalinan dibantu sambil terus mendokumentasikan.
Perawatan postpartum mencakup pemeriksaan fundus untuk kekencangan dan posisi, warna dan jumlah lokia, tanda vital, berkemih, nyeri, payudara, dan penyembuhan perineum. Lokia normalnya berubah dari rubra menjadi serosa lalu alba. Ajarkan kebersihan perineum, cuci tangan, serta penggunaan kompres dingin dan sitz bath. Laporkan perdarahan seperti lebih dari satu pembalut penuh per jam, demam, nyeri hebat, pembengkakan atau nyeri betis, serta perubahan suasana hati yang mengarah pada depresi postpartum.
Pengkajian bayi baru lahir mencakup skor Apgar pada menit 1 dan 5, tanda vital, berat badan, panjang, lingkar kepala, dan refleks. Dorong menyusui dalam satu jam pertama, periksa pelekatan dan menelan, serta ajarkan tanda-tanda lapar. Bayi yang mendapat cukup ASI memiliki 6 atau lebih popok basah dan beberapa kali buang air besar per hari setelah hari-hari pertama, kembali ke berat lahir sekitar 2 minggu, dan menunjukkan kewaspadaan serta tonus normal. Amati ikterus, hipoglikemia, dan distress pernapasan, serta tekankan tidur aman: tidur telentang, kasur keras, tanpa perlengkapan longgar.
Perawatan anak mencakup persentil pertumbuhan, tonggak perkembangan, imunisasi, croup, RSV, dehidrasi, dan dosis obat berbasis berat badan. Ikuti jadwal imunisasi yang direkomendasikan untuk HepB, DTaP, IPV, Hib, PCV, RV, MMR, varisela, influenza, dan HPV saat jatuh tempo. Untuk croup, jaga anak tetap tenang dan berikan uap dingin; untuk RSV, pertahankan hidrasi, hisap hidung, dan gunakan kewaspadaan droplet bila diindikasikan. Dehidrasi ringan hingga sedang ditangani dengan rehidrasi oral, sedangkan dehidrasi berat memerlukan cairan IV. Tinjauan akhir harus berfokus pada area lemah dengan soal latihan, pengulangan berjarak, rasional jawaban, dan rencana hari ujian realistis yang mencakup tidur, hidrasi, dan latihan waktu.
- Identifikasi faktor risiko prenatal dan ajarkan tanda bahaya.
- Hubungkan setiap kala persalinan dengan prioritas keperawatan dan pola denyut jantung janin.
- Terapkan prioritas keselamatan postpartum dan bayi baru lahir, termasuk menyusui dan tidur aman.
- Ketahui tonggak pertumbuhan anak, jadwal imunisasi, perawatan croup dan RSV, tanda dehidrasi, dan dosis mg/kg.
- Susun rencana tinjauan akhir dengan rasional, pengulangan berjarak, dan latihan berwaktu.
Tips latihan Kebidanan, Pediatri, dan Rencana Tinjauan Akhir: Ulangi pelajaran ini dalam sesi singkat setiap hari. Setelah setiap latihan, sebutkan aturan atau langkah yang kamu gunakan; jika tidak bisa, pelajari topik itu sebelum lanjut. Konsistensi mengingat lebih baik daripada sesi panjang.
Contoh
Bayi berusia 9 bulan dengan berat 8 kg mengalami diare, ubun-ubun anterior cekung, mukosa kering, dan tidak ada air mata. Penyedia memerintahkan bolus IV normal saline 20 mL/kg. Berapa mililiter yang harus disiapkan perawat?
Tindakan yang benar adalah menghitung 160 mL, memverifikasi perhitungan dengan perawat kedua, mengatur pompa infus sesuai kecepatan yang diperintahkan, dan menilai ulang setelah pemberian. Dosis berdasarkan berat badan adalah 20 mL/kg x 8 kg = 160 mL. Temuan ini menunjukkan dehidrasi sedang, dan dosis pediatrik yang akurat mencegah kelebihan cairan atau resusitasi yang kurang. Perawat juga harus memantau keluaran urine, elektrolit, tanda vital, dan respons terhadap pengobatan.
Baca ulang pertanyaan sebelum selesai dan pastikan makna jawabanmu benar.